|
PTBA Bidik Laba Rp 2,28 Triliun di 2009 |
|
|
|
|
Written by Fong
|
|
Thursday, 01 January 2009 05:38 |
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan laba bersih sebanyak Rp 2,28 triliun di tahun 2009. Angka tersebut setara dengan 20 persen pertumbuhan dari perolehan laba bersih di tahun 2008 yang diproyeksikan mencapai Rp 1,9 triliun.
Sedangkan untuk pendapatan diproyeksikan akan mencapai Rp 8,4 triliun di tahun 2009. Setara dengan 20 persen dari estimasi pendapatan di tahun 2008 sebanyak Rp 7 triliun.
Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama PTBA Sukrisno di usai acara Executive Meeting di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (30/12/2008).
"Memang harga batubara sedang naik-turun tapi kita akan menggenjot volume penjualan supaya bisa mencapai target tersebut," ungkapnya.
|
|
Read more...
|
|
|
WIKA Raih Kontrak Baru Rp 202 Miliar |
|
|
|
|
Written by Fong
|
|
Friday, 19 December 2008 04:23 |
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) baru saja meraih kontrak proyek penggarapan gedung SMU dan sport center di Riau senilai Rp 202 miliar. Target order proyek perseroan telah melampaui target.
”WIKA telah memenangkan proyek baru di Riau senilai Rp 202 miliar untuk pembangunan gedung SMU dan sport center,” ujar Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo dalam siaran persnya, Jumat (19/12/2008).
Dengan diperolehnya kontrak baru tersebut, total order proyek perseroan sudah mencapai Rp 14,5 triliun. Angka tersebut sudah melampaui target order semula sebesar Rp 14,1 triliun.
Hingga triwulan III-2008, order proyek WIKA telah mencapai Rp 13,9 triliun atau sekitar 98,6% dari target semula Rp 14,1 triliun. Sebelumnya, Corporate Secretary WIKA Imam Sudiyono mengatakan, hingga akhir tahun ini perseroan masih bisa memperoleh order proyek senilai Rp 3 triliun.
|
|
Read more...
|
|
Jerash Tak Kendalikan Mobile-8 |
|
|
|
|
Written by Fong
|
|
Thursday, 18 December 2008 09:51 |
|
Jerash Investment Ltd ternyata bukan pemegang saham pengendali PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN), meskipun memiliki 32% saham atau lebih besar dibanding pemegang saham lainnya. Jerash bisa menjadi pengendali jika sudah menguasai lebih dari 50% saham perseroan. Mobile-8 awalnya dikendalikan PT Global Mediacom Tbk (BMTR), perusahaan terafiliasi Hary Tanoesoedibjo, dengan kepemilikan saham mencapai 51%. Namun, Global Mediacom menjual 32% sahamnya kepada Jerash Investment, perusahaan investasi asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Global Mediacom kini hanya memiliki 19% saham Mobile-8, sedang sisanya dipegang KT Freetel Co Ltd Korea sebesar 2% dan publik 41,99%. |
|
|
Written by Fong
|
|
Thursday, 18 December 2008 09:52 |
|
Nasib PT Mobile-8 Telecom, semakin parah. Kendati harganya cuma gocap, saham berkode bursa FREN itu kian dijauhi investor. Lihat saja transaksi sahamnya belakangan ini. FREN boleh dibilang tak ada yang nyolek. Volume jual-beli yang terjadi hanya dalam bilangan puluhan ribu saham per hari. Bahkan banyak hari bursa yang sama sekali tak memperdagangkan saham ini. Sepanjang 1 hingga 17 Desember kemarin, misalnya, saham FREN yang bepindah tangan hanya 105.500 saham. Dalam rentang waktu 17 hari tersebut, ada tujuh hari pasar yang sama sekali tidak memperjual-belikan saham operator seluler tersebut. “Investor enggan masuk karena emiten saham ini penuh dengan masalah,” kata seorang analis. Persoalan besar timbul, terutama, setelah pemegang saham pengendali pindah ke Jerash Investment, yang per November lalu menguasai 32% saham. Pergantian juragan inilah yang membuat sejumlah kewajiban perseroan menjadi berstatus “jatuh tempo segera”. |
|
Last Updated ( Thursday, 18 December 2008 09:53 )
|
|
Read more...
|
|
Sinarmas Pegang 6,2% Saham Bakrie Telecom |
|
|
|
|
Written by Fong
|
|
Tuesday, 16 December 2008 06:09 |
Grup Sinarmas kini telah memiliki 6,2% saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) melalui pembelian di pasar oleh PT Sinarmas Sekuritas. Sebelumnya memang grup Sinarmas telah mengincar saham BTEL.
Biro Administrasi Efek (BAE) PT Ficomindo Buana Registrar dalam penjelasan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip Senin (15/12/2008) melaporkan Sinarmas Sekuritas memiliki 1.765.650.569 saham atau senilai 6,2%.
Pemegang saham BTEL, mayoritas masih dimiliki oleh PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebesar 22,43$, kemudian Credit Suisse Singapore Branch S/A Long Haul Holding Ltd-BTEL memiliki 8,08% serta sisanya oleh publik.
BEI pada 31 Oktober 2008 sempat melakukan suspensi terhadap saham BTEL karena kabar BTEL sedang melakukan negosiasi penjualan sahamnya.
Namun ketika itu pihak BTEL membantah melakukan penjualan saham ke Sinarmas. Ketika itu dikabarkan Sinarmas bernegosiasi dengan Grup Bakrie untuk membeli 20%-60% saham PT Bakrie Telecom Tbk pada harga Rp 200 per saham.
Saham BTEL pada pembukaan perdagangan Senin pukul 09.30 WIB naik Rp 1 atau 1,96% menjadi Rp 52. |
|
Last Updated ( Tuesday, 16 December 2008 06:14 )
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 3 of 29 |