|
S&P: Peringkat Mobile-8 Default |
|
|
|
|
Written by Fong
|
|
Wednesday, 03 December 2008 03:10 |
Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's Ratings Services memangkas peringkat perusahaan telekomunikasi, PT Mobile-8 Telecom Tbk menjadi default (gagal bayar) dengan peringkat 'D'.
Peringkat Mobile-8 dinyatakan default karena perusahaan dinilai tidak memiliki likuiditas yang cukup untuk pembayaran utang obligasinya senilai US$ 100 juta yang jatuh tempo pada 2013, dan harus segera dibeli kembali (buy back) menyusul terjadinya perubahan pemegang saham.
Penurunan peringkat menjadi default ini juga sebagai dampak perlambatan pertumbuhan dan ketatnya kredit yang banyak dialami perusahaan di Asia dan negara lain selama krisis ini.
S&P memangkas peringkat Mobile sebanyak lima notches dari 'CC' menjadi 'D' setelah perusahaan dinilai kesulitan dala mempercepat pembayaran pelunasan obligasi karena adanya perubahan dalam pengendalian perusahaan.
|
|
Read more...
|
|
|
Antam Perbesar Porsi Saham di ICA |
|
|
|
|
Written by Fong
|
|
Tuesday, 02 December 2008 10:21 |
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memperbesar porsi saham di PT Indonesia Chemical Alumina (PT ICA) yang merupakan perusahaan patungan untuk pembangunan pabrik chemical grade Alumina di Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Antam membentuk ICA bersama-sama dengan Showa Denko KK, Marubeni Corporation dan STAR Resources. Perusahaan yang telah dibentuk sejak Maret 2007 itu baru memperoleh persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar PT ICA dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI pada 30 Oktober 2008. Sementara STAR Resources yang punya 15% telah melepas semua sahamnya.
Dalam ICA menguasai 60% saham meningkat dari sebelumnya 40%. Sedangkan saham Showa Denko KK turun dari 30% menjadi 20% dan saham Marubeni Corporation naik dari 6% menjadi 15%. |
|
Read more...
|
|
BUMI Giring Penurunan IHSG |
|
|
|
|
Written by Fong
|
|
Tuesday, 02 December 2008 10:17 |
Investor melepas saham BUMI setelah laporan laba bersihnya hingga triwulan III-2008 turun 39%. Penurunan saham BUMI membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut terseret ke zona negatif. Saham BUMI di bawah Rp 1.000 lagi.
Pada penutupan perdagangan saham Senin (1/12/2008) turun 18,416 poin (1,48%) menjadi 1.223,125. Pada sesi I, IHSG hanya terkoreksi 0,538 poin (0,04%) menjadi 1.241,003.
Indeks LQ-45 turun 4,466 poin (1,85%) menjadi 237,031 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,168 poin (0,6%) menjadi 194,523.
Investor memilih melepas saham BUMI juga karena alasan ambil untung. Alhasil, berita positif penurunan inflasi gagal mengawal IHSG ke jalur hijua. |
|
Read more...
|
|
|
BISI Tunda Bangun Pabrik di Kediri |
|
|
|
|
Written by Fong
|
|
Tuesday, 02 December 2008 10:18 |
Produsen benih jagung dan padi, PT Bisi International Tbk (BISI) ikutan menunda rencana pembangunan pabrik pengolahan bibit pertanian di Kediri lantaran terkena imbas krisis ekonomi. Saudara sekandung BISI, PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) juga telah menunda pembangunan pabrik pakan ternak di Lampung.
“Mungkin pembangunan pabrik akan kami realisasikan kembali di 2010. Saat ini kami tunda dulu,” ujar Presiden Direktur BISI, Junaidi Sungkono dalam paparan di gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Senin (1/12/2008).
Semula, BISI menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2009 sebesar Rp 270 miliar. Dananya untuk pembangunan pabrik pengolahan bibit pertanian berkapasitas 40.000 ton per tahun di Kediri, Jawa Timur. Namun perlambatan ekonomi akibat krisis global membuat perseroan menunda pembangunan pabrik dan memangkas capex menjadi Rp 65 miliar saja.
|
|
Read more...
|
|
Written by Fong
|
|
Tuesday, 02 December 2008 10:15 |
PT Indofood Tbk (INDF) rencanakan pembelian kembali saham (buy back) sebanyak-banyaknya 10% dari jumlah saham dalam Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh. Mengacu pada harga penutupan Sesi I Senin (1/12/2009), dana buy back mencapai Rp 886,823 miliar.
"Perseroan berencana melakukan pembelian kembali saham sebanyak-banyaknya 10% dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh," ujar Corporate Secretary INDF, Werianty Setiawan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/12/2008).
Saat ini jumlah saham dalam Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh perseroan sebanyak 8.780.426.500 saham. Jumlah tersebut telah berkurang 663.762.500 saham (7,03%) dari jumlah sebelumnya 9.444.189.000 saham.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 7 of 29 |