|
Triwulan III-2008, Laba Aneka Tambang Merosot 58% |
|
|
|
|
Written by Fong
|
|
Monday, 03 November 2008 04:48 |
Laba bersih PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merosot tajam 58% hingga triwulan III-2008 menjadi Rp 1,624 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 3,831 triliun.
"Saat ini adalah sebuah perubahan dramatis di industri kami dalam peta persaingan di lingkungan global. Kami akan berupaya mencari cara untuk tetap kompetitif dengan mengurangi biaya," kata Presdir Antam Alwin Syah Loebis dalam siaran pers, Senin (3/11/2008).
"Kami berencana untuk mengoptimalkan Smelter FeNi III tahun depan dengan merancang ulang smelter itu. Dengan kondisi pasar saat ini kami akan meningkatkan produksi feronikel tahun depan. Kami tetap berkomitmen untuk memberikan keuntungan yang baik kepada pemegang saham," imbuhnya.
Pendapatan Antam dalam 9 bulan 2008 turun 8% menjadi Rp 7,576 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 8,270 triliun.
Walaupun volume penjualan ferronikel naik 36% menjadi 12.616 ton namun karena harga nikel yang turun maka pendapatan penjualan nikel juga turun 24% menjadi Rp 5,560 triliun. Harga feronikel turun 38% menjadi US$ 11,29 per lb. Sedangkan penjualan emas meningkat 77% menjadi Rp 4,853 triliun.
Total aset Antam ikut turun 4% menjadi Rp 10,528 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. |
|
Jual Bumi Resources, Bakrie Tak Punya Opsi Beli Kembali |
|
|
|
|
Written by Fong
|
|
Sunday, 02 November 2008 08:35 |
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menjual 35% saham PT Bumi Resources Tbk senilai US$ 1,3 miliar. Pembelian itu juga tidak menyertakan opsi beli kembali atau buy back atas saham yang sudah dibeli Northstar Pacific.
"Transaksi ini adalah straight deal dan tidak ada opsi buy back," tegas Presiden Director BUMI Ari S Hudaya dalam konferensi pers di lobi Wisma Bakrie II, Jakarta, Sabtu (1/11/2008).
Ari mengungkapkan, dana hasil penjualan saham BUMI itu akan digunakan untuk membayar utang. Dari penjualan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) sebelumnya, BNBR, menurut Ari telah mengantongi US$ 1,357 miliar.
"Meski utang belum jatuh tempo, tapi kita tidak mau spekulasi dengan kondisi market sekarang. Aksi korporasi itu dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban lebih cepat dari yang dijawadwalkan, sebagai bentuk tanggapan proaktif manajeman terhadap kondisi pasar yang irasional sejak terjadinya krisis subprime di AS. Kondisi tersebut menyebabkan rontoknya pasar modal dunia dan terjadinya kekeringan likuiditas. Jadi kita harapkan dengan deal ini, utang bisa selesai," urai Ari.
BNBR terpaksa melepas seluruh portofolionya di BUMI akibat belitan utang gadai saham dengan jumlah pokok sebesar Rp 11,51 triliun dan bunga pinjaman sekitar Rp 1,22 triliun. Totalnya sekitar Rp 12,73 triliun. Hasil penjualan 15,3% saham ELTY dan 5,6% saham UNSP hanya meraup dana sebesar US$ 56 juta atau setara dengan Rp 516,6 miliar. |
|
Read more...
|
|
|
BEI Minta Bakrie & Brothers Segera Gelar Paparan Publik |
|
|
|
|
Written by Fong
|
|
Sunday, 02 November 2008 08:38 |
Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) segera menggelar paparan publik setelah mencapai kesepakatan dengan Northstar Pacific untuk pelepasan 35% saham PT Bumi Resources Tbk senilai US$ 1,3 miliar.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BEI Erry Firmansyah kepada detikFinance, Sabtu (1/11/2008).
"Kalau memang sudah terjadi transaksi, maka kita akan minta mereka segara lakukan public ekspose untuk menjelaskan tansaksi tersebut secara detail untuk kemudian dapat segera kita buka suspensinya," jelas Erry.
Presdir BUMI, Ari S Hudaya sore ini mengumumkan kesepakatan dengan Northstar Pacific untuk pembelian saham BUMI. BNBR akan menggunakan dana hasil penjualan BUMI tersebut untuk membayar utangnya.
Dari penjualan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) sebelumnya, BNBR, menurut Ari telah mengantongi US$ 1,357 miliar. BNBR memiliki utang gadai saham dengan jumlah pokok sebesar Rp 11,51 triliun dan bunga pinjaman sekitar Rp 1,22 triliun. Totalnya sekitar Rp 12,73 triliun.
BEI telah menghentikan perdagangan saham 3 emiten Grup Bakrie yakni BNBR, BUMI dan ENRG (Energi Mega Persada) sejak 7 Oktober lalu ditengah kejatuhan pasar saham dan kabar gadai saham yang simpang siur.
Tiga emiten Grup Bakrie lain yang juga sempat disuspensi sudah kembali diperdagangkan sejak 17 Oktober lalu yakni PT PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). |
|
Written by Fong
|
|
Sunday, 02 November 2008 08:28 |
PT Bakrie and Brothers Tbk melepas 35% sahamnya di PT Bumi Resources Tbk senilai US$ 1,3 miliar kepada Northstar Pacific, yang merupakan afiliasi dari Texas Pacific Group, sebuah private equity fund kelas dunia.
Sayangnya, Presiden Director BUMI Ari S Hudaya enggan mengungkapkan berapa harga pembelian saham BUMI per lembarnya. Ia hanya mengungkapkan, saat ini jumlah saham yang beredar adalah 19,404 miliar lembar saham.
"Kalian tinggal bagi saja, tinggal hitung. Itu kan 35%, nah jumlah saham yang diterbitkan BUMI 19,404 miliar, dikali 35 persen. Kan dapat jumlah sahamnya, tinggal US$ 1,3 miliar dibagi angkanya," jelas Ari dalam konferensi pers di lobi Wisma Bakrie II, Jakarta, Sabtu (1/11/2008).
Berdasarkan hitungan detikFinance, dengan angka tersebut, maka harga BUMI berarti 0,1914 dolar AS per lembar sahamnya. Jika menggunakan kurs sesuai dengan laporan keuangan semester I-2008 BUMI sebesar Rp 9.225 per dolar AS, maka harga saham BUMI hanya Rp 1.816 per lembar. Sementara jika menggunakan kurs penutupan Jumat (30/10/2008) Rp 10.800 per dolar AS, maka harga saham yang dijual sebesar Rp 2.067 per lembarnya.
Kedua asumsi kurs tersebut masih menggambarkan bahwa harga saham BUMI yang dijual ke Northstar Pacific masih lebih rendah dari harga pasar. Pada penutupan perdagangan Senin, 6 Oktober 2008, harga saham BUMI adalah Rp 2.175. Itu adalah harga terakhir, karena pada perdagangan Selasa, 7 Oktober, saham BUMI disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia hingga Jumat, 30 Oktober lalu.
|
|
Read more...
|
|