|
Lepasnya Andalan Grup Bakrie |
|
|
|
|
Written by Fong
|
|
Sunday, 02 November 2008 08:01 |
PT Bakrie and Brothers Tbk akhirnya melepas seluruh kepemilikannya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kepada konsorsium Northstar Pacific senilai US$ 1,3 miliar. Penjualan BUMI kepada konsorsium Northstar Pacific itu sekaligus menandai pelepasan andalan Grup Bakrie, demi melunasi utang-utangnya.
BNBR terpaksa melepas seluruh portofolionya di BUMI lantaran sedang dililit utang gadai saham dengan jumlah pokok sebesar Rp 11,51 triliun dan bunga pinjaman sekitar Rp 1,22 triliun. Totalnya sekitar Rp 12,73 triliun.
Rencana penjualan BUMI pun langsung mendapat sambutan hangat. Investor dari dalam dan luar negeri berebut saham BUMI, termasuk para BUMN.
Siapa pun pasti ngiler dengan BUMI. Hingga semester I-2008, BUMI berhasil membukukan laba bersih hingga US$ 436,8 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun. Perolehan laba tersebut berarti naik hingga 150% dibandingkan semester I-2007, terutama berkat naiknya harga batubara.
Namun kilauan kinerja BUMI tersebut tidak terjadi dalam waktu sekejap dan sempat mengalami jatuh bangun hingga pergantian bisnis inti.
|
|
Read more...
|
|
|
Triwulan III-2008, UNTR Bukukan Laba Rp 2 Triliun |
|
|
|
|
Written by Fong
|
|
Saturday, 01 November 2008 05:53 |
PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan laba bersih konsolidasi sembilan bulan tahun 2008 sebesar Rp 2,087 triliun, naik 89% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,106 triliun.
Pertumbuhan pendapatan konsolidasi yang mencapai 59% mendorong melonjaknnya laba bersih. Demikian siaran pers UNTR yang diterima detikFinance, Jumat (31/10/2008).
Total pendapatan konsolidasi UNTR sebesar Rp 21,103 triliun, naik 595 dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 13,231 triliun. Kontribusi terbesar disumbang oleh pendapatan penjualan alat berat yag mencapai Rp 10,056 triliun, naik 54% dari sebelumnya Rp 6,533 triliun.
Kontribusi konstruksi penambangan batubara PT Pama Persada, anak usaha UNTR, sebesar Rp 8,266 triliun, naik 48% dari sebelumnya Rp 5,599 triliun. Sektor pertambangan batubara UNTR yang diperoleh melalui dua anak usahanya PT Dasa Eka Jasatama (DEJ) menyumbang kontribusi pendapatan sebesar Rp 2,781 triliun, naik 153% dibanding tahun lalu Rp 1,099 triliun.
|
|
Read more...
|
|
Northstar Pacific Beli Bumi Resources Rp 12,536 Triliun |
|
|
|
|
Written by Fong
|
|
Saturday, 01 November 2008 05:43 |
Konsorsium Northstar Pacific segera menandatangani Conditional Sale & Purchase Agreement (CSPA) atas pembelian 35% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 12,536 triliun.
Acara penandatanganan akan dilaksanakan siang ini, Sabtu (1/11/2008) di Wisma Bakrie 2 pukul 14.00 WIB.
"Konsorsium Northstar Pacific akan menandatangani CSPA pembelian 35% saham BUMI di harga Rp 1.846 per saham siang ini," ujar sumber detikFinance yang mengetahui rencana tersebut saat dihubungi, Sabtu (1/11/2008).
Saham yang akan dibeli oleh konsorsium 1 perusahaan asing dan 1 perusahaan lokal tersebut merupakan seluruh saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di BUMI. Total kepemilikan BNBR di BUMI sebanyak 6.791.400.000 saham (35%). Dengan harga pembelian Rp 1.846 per saham, total nilai transaksi akan sebesar Rp 12.536.924.400.00.
|
|
Read more...
|
|
|
Mobile-8 Terseret Kebangkrutan Lehman Brothers |
|
|
|
|
Written by Fong
|
|
Saturday, 01 November 2008 05:43 |
Bangkrutnya Lehman Brothers yang merupakan salah satu perusahaan investasi terbesar dunia ikut membuat repot perusahaan di Indonesia. PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) ikut terkena getahnya.
Direktur Mobile-8, Anthony C Kartawira mengatakan dengan pailit Lehman maka kelanjutan transaksi swap menjadi tidak pasti. Mobile-8 melakukan transaksi swap dengan Lehman Brothers Special Financing (LBSF) yang besarnya kewajiban menurut Anthony, dapat diestimasi dari nilai marked to market (MTM) dari produk derivatif negatif US$ 9,7 juta.
"Sejak pailitnya Lehman kami tidak menerima update tentang estimasi MTM tersebut," kata Anthony dalam keterbukaan informasinya ke Bursa Efek Indonesia, Jumat (31/10/2008).
Diakui Anthony, pihaknya memang tidak mencatatkan tagihan yang diterima dari LBSF karena tidak adanya kepastian mengenai kelanjutan transaksi swap tersebut. Jika pun ada keuntungan yang akan diterima perseroan, lanjut Anthony, pihaknya masih ragu-ragu mengenai kemampuan LBSF untuk melaksanakan kewajibannya karena perusahaan induknya Lehman Brothers telah dinyatakan pailit.
|
|
Read more...
|
|
Indofood Ukir Laba Tertinggi |
|
|
|
|
Written by Fong
|
|
Saturday, 01 November 2008 05:39 |
Perusahaan makanan instan, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengukir laba bersih tertingginya sepanjang sejarah perusahaan dengan angka yang tembus Rp 1 triliun.
Dalam laporan kinerja Indofood hingga triwulan III-2008, Jumat (31/10/2008), Indofood mengumumkan perolehan laba bersih sampai akhir September 2008 sebesar Rp 1,136 triliun atau naik 66% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 683 miliar.
Sekedar catatan laba bersih Indoofod dari tahun ke tahun adalah:
- Tahun 2007 sebesar Rp 900,357 miliar
- Tahun 2006 sebesar Rp 661,210 miliar
- Tahun 2005 sebesar Rp 124,017 miliar
- Tahun 2004 sebesar Rp 378,056 miliar
- Tahun 2003 sebesar Rp 603 miliar
- Tahun 2002 sebesar Rp 803 miliar
- Tahun 2001 sebesar Rp 746 miliar
- Tahun 2000 sebesar Rp 646 miliar.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 10 of 29 |