Economy

Auto

Visitor Data

Proxy
1.1 demil1.byetcluster.com:80 (Lusca/LUSCA_HEAD-r14705) 38.107.191.115
United States United States
Your IP
38.107.191.115
United States United States
Browser
Unknown Browser Unknown Browser
Operating System
Unknown Operating System Unknown Operating System

Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates
Pendapatan Kuartal I BUMI Naik 13,5% PDF Print E-mail
Written by Fong   
Sunday, 03 May 2009 09:27
PT Bumi Resources (BUMI) mencatatkan pendapatan bersih untuk triwulan pertama 2009 sebesar US$ 752,9 juta, atau naik 13,5% dibandingkan periode sama tahun 2008 sebesar US$ 663,6 juta.

Menurut Senior VP Investor Relations BUMI, Dileep Shrivastava, kepada INILAH.COM , Sabtu (2/5), kenaikan pendapatan bersih Quartal on Quartal (QoQ) ini mengikuti kenaikan pendapatan bersih Year on Year (YoY) perseroan yang tercatat naik 49% dari US$ 2,265 miliar menjadi US$ 3,38 miliar.

Sedangkan pendapatan operasional naik 76,1% menjadi US$ 283,3 juta, dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar US$ 160,9 juta. Tanpa penyesuaian minoritas, laba bersih BUMI naik 20,6% menjadi US$ 183,2 juta YoY dari US$ 151,9 juta. Sedangkan setelah penyesuaian minoritas, laba bersih naik 20,6% menjadi US$ 124,5 juta, dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar US$ US$ 103,3 juta.

Perseroan telah mengkonsolidasikan pendapatan PT Darma Henwa (DEWA) dan PT Fajar Bumi Sakti dalam laporan kinerja kuartal satu, sedangkan PT Pendopo Energi Batubara belum memberikan kontribusi pada kuartal ini.

 

“Kuartal I-2009 merupakan periode yang penuh tantangan akibat hujan deras yang tidak biasa sehingga mengganggu aktivitas pertambangan," ujar Dileep.

Pos EBITDA BUMI QoQ tercatat naik 51% menjadi US$ 266,7 juta dari sebelumnya sebesar US$ 175,9 juta, dan bila dilihat dari YoY tercatat naik dari US$ 480 juta menjadi US$ 1.199 juta.

Rata-rata harga batubara FOC adalah US$ 75,4/ton, naik 30,1% YoY (dari US$ 57,9/ton). Cadangan batubara perseroan QoQ naik 26% dari 3 juta ton menjadi 3,8 juta ton, dan dari YoY naik dari 8,13 miliar ton menjadi 9,49 miliar ton. Sedangkan biaya produksi mencapai US$27.46/ton, turun 10,6% YoY (dari US$30.73/ton).

Menurut Dileep, kenaikan harga jual hingga 30,1% dan turunnya biaya produksi hingga 10,6% melebihi kompensasi turunnya karakteristik volume sebesar 1,2 juta ton selama kuartal I-2009, untuk mengontrol suplai di pasar.

“Ini adalah kesempatan kita untuk membangun cadangan, optimalisasi dan meningkatkan rencana penjelasan pada kuartal II-2009 sekaligus memaksimalkan penjualan antara kuartal II dan IV,” tukasnya.

Last Updated ( Sunday, 03 May 2009 09:29 )
 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday24
mod_vvisit_counterYesterday89
mod_vvisit_counterThis week311
mod_vvisit_counterThis month858
mod_vvisit_counterAll128590

Partners

DHerbs

Downloads

Shout Box

Latest Message: 8 months, 4 weeks ago

Guests are shown between [].

Only registered users are allowed to post

Indo Community - The Best Community of Indonesian and designed by Fong